jump to navigation

Spasi January 12, 2010

Posted by matinu in Me.
trackback

Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda?
Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi?
Bukankah kita baru saja bergerak jika ada jarak?
Dan saling menyayang bila ada ruang?
Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan,
tapi ia tak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu.

Napas akan melega dengan sepasang paru-paru yang tak dibagi.
Darah mengalir deras dengan jantung yang tidak dipakai dua kali.
Jiwa tidaklah dibelah, tetapi bersua dengan jiwa lain yang searah.
Jadi, jangan lumpuhkan aku dengan mengatasnamakan kasih sayang.

Mari berkelana dengan rapat tapi tak dibebat.
Janganlah saling membendung apabila tak ingin tersandung.
Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring dan bukan digiring.

salah satu kutipan “dee

Advertisements

Comments»

1. Fenty - January 13, 2010

aw aw … ada yang merasa ada jeda ? 😀
akhirnya update juga

matinu - January 13, 2010

Heheh…iya…sesuatu pasti harus ada jeda…untuk bernafas dan merenung… :p weleh ngomong apa to aku ini…xixixixix

2. elia|bintang - January 13, 2010

wah keren quote-nya: karena aku ingin seiring bukan digiring.. memang segala sesuatu yg terlalu intense pasti berakhir buruk. keseimbanganlah yang terpenting.. :mrgreen:

salam kenal yah!

matinu - January 13, 2010

Iya…yin dan yang…

3. dwi Novita - January 14, 2010

bener mas…klw spasi tu g da, jd g nyaman utuk bergerak…( mode on : mudeng ) hehehe ^^


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: